Web Download Mod Aplikasi dan Software Gratis dan Aman
Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Patologi Sosial

Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Patologi Sosial

Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Patologi Sosial

Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Patologi Sosial

Pada dasarnya permasalahan penyakit masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  1. Faktor Ekonomi

Tingkat kemiskinan di Indonesia yang masih tinggi memicu tindakan-tindakan kriminal. Karena desakan kebutuhan yang tinggi sementara penghasilan yang tidak mencukupi kemudian dijadikan alasan utama untuk melakukan penyimpangan seperti merampok, mencuri, dan sedang marak saat ini seperti kasus pembegalan.

  1. Faktor Usia

Kejahatan yang cenderung meningkatkan disorganisasi sosial dan penyesuaian pribadi.

  1. Faktor Keluarga

Keluarga merupakan cermin utama bagi seorang anak. Faktor keluarga disini meliputi bagaimana orang tua dalam mendidik seorang anak, perhatian orang tua terhadap anak, interaksi orang tua dengan anak, keadaan ekonomi keluarga serta kepedulian orang tua terhadap anak tersebut. Disini orang tua sangat berperan penting dalam mendidik seorang anak untuk menjadikan anak tumbuh dengan baik dan tidak terjerumus ke dalam penyaki-penyakit masyarakat. Oleh karena itu sangat dianjurkan kepada semua orang tua untuk mendidik anak-anaknya dengan baik dengan memberikan perhatian yang penuh terhadap anak.

  1. Faktor Lingkungan

Lingkungan merupakan faktor kedua yang berpengaruh terhadap munculnya penyakit-penyakit masyarakat. Misalnya seseorang yang berada di lingkungan yang tidak baik seperti lingkungan orang-orang pemabuk, suka main judi dan senang berkelahi, maka seseorang tersebut cepat atau lambat akan mudah terjerumus ke dalam kumpulan orang-orang tidak baik itu. Norma-norma (aturan-aturan) yang tidak ditegakkan di dalam masyarakat juga iku menyumbang akan munculnya penyakit-penyakit sosial.

  1. Faktor Pendidikan

Pendidikan merupakan modal utama yang sangat diperlukan bagi seseorang untuk menjalankan hidupnya dengan baik. Baik itu pendidikan formal (pendidikan di sekolah) maupun non formal (pendidikan dalam keluarga, lingkungan masyarakat dan pergaulan). Dengan pendidikan seseorang mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, mengetahui mana yang harus dilakukan dan mana yang tidah seharusnya dilakukan. Sehingga dengan pendidikan yang baik seseorang tidak akan terjerumus ke dalam permasalahan penyakit-penyakit masyarakat.

Kenakalan remaja seperti perkelahian, pencurian dan mabok-mabokan yang ada di daerah saya biasanya dilakukan oleh anak-anak yang kurang mendapat perhatian dari orang tua (latar belakang orang tua yang kurang baik), terpengaruh oleh lingkungan yang buruk dan kurangnya pendidikan yang mereka miliki. Banyaknya anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah (hanya lulus SD/SMP), tidak bekerja dan ditinggal oleh orang tua di daerah saya, memberikan penyataan bahwa sebagian besar remaja di daerah saya telah terjerumus ke dalam pentayit-penyakit masyarakat.[6] Jadi menurut penulis faktor-faktor terjadinya patologi sosial yang telah di paparkan diatas termasuk faktor intenal dan faktor eksternal oleh pelaku (pencetus).

Pertama, faktor ekonomi. Ketika mendengar kata ekonomi pasti uang yang akan tersirat dalam pikiran kita. Uang seakan-akan menjadi raja dalam kehidupan. Uang dapat menyejahterakan orang karena dengan uang orang dapat memenuhi kebutuhannya. Namun, masalahnya kemampuan orang untuk mendapatkan sejumlah uang tidaklah sama. Dilihat dari beberapa aspek ( kepribadian : bekerja keras, ulet, dll; pendidikan : bakat, minat, prestasi; dan aspek lainnya ). Ketidaksamaan kemampuan mendapatkan uang antar individu dan kurang tepatnya peran pemerintah dalam mengelola pasar inilah yang akan mengakibatkan penyakit masyarakat ( kemiskinan, frustasi yang lari ke narkoba, adanya pekerja sek komersial, dll ). Masyarakat yang tidak mampu mendapatkan uang denganlayak akan menghalalkan segala cara utuk memenuhi kebutuhan mereka.

Kedua, Rendahnya Kualitas Pendidikan, Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang masyarakat dapatkan guna menghadapi tantangan masa depan. Pengertian pendidikan itu sendiri, yaitu Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Rendahnya kualitas pendidikan merupakan salah satu faktor pendorong penyakit masyarakt karena dengan rendahnya pendidikan dalam masyarakat maka masyarakat akan mudah untuk terhasut dan kurang bsa memahami apa yang baik untuk dirinya dan untuk lingkungannya.

Ketiga, Globalisasi menjadi salah satu factor penyebab penyakit masyarakat karena globalisasi merupakan  suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara dan bersifat internasional, dan globalisasi itu lebih condong kea rah budaya barat yang identik dengan kebebasan yg tidak sesuai dengan bangsa Indonesia.

Keempat, Rendahnya Peran Keluarga dan Agama. Keluarga merupakan tempat dimana individu untuk pertama kalinya memperoleh pendidikan, rendahnya peran keluarga akan menyebabkan penyakit masyarakat karena control keluarga merupakan hal penting yang harus dilakukan guna mencegah individu melakukan penyimpangan. Sedangkan agama merupakan pondasi terpenting yang harus dimiliki individu guna membentengi individu dari perbuatan menyimpang.


Sumber: https://superforex.co.id/police-car-chase-apk/