Web Download Mod Aplikasi dan Software Gratis dan Aman
Budidaya ayam petelur

Jenis-jenis ayam petelur paling produktif

Jenis-jenis ayam petelur paling produktif

Budidaya ayam petelur

Adapun jenis-jenis ayam petelur paling produktif versi Cakrawala dapat dilihat pada postingan di bawah ini:

  1. Araucana

Araucana berasal dari negara Chile, Amerika Selatan. Ayam ini tergolong unik dan mudah dikenali. Bulu di dekat telinga tumbuh subur. Ayam dewasa kadang-kadang tidak memiliki bulu ekor (rumpless) karena beberapa ruas tulang belakang paling ujung telah hilang. Ciri unik pada ayam Araucana ini muncul karena faktor genetik berupa alel autosom dominan yang bersifat lethal.

ayam, petelur, paling, produktif, di, dunia

Ayam Araucana memiliki warna bulu sangat bervariasi hingga 20 macam varian warna. Versi kate (bantam) dari ayam ini juga ada. Telur ayam Araucana berwarna biru atau hijau, sesuatu yang jarang ditemukan pada jenis ayam lainnya. Ayam ini cukup produktif dengan jumlah telur berkisar antara  250-270 butir per tahun.

  1. Plymouth Rock

Ayam ini muncul pertama kali di kota Boston dan daerah Plymouth Rock, Massachusetts, Amerika Serikat. Berasal dari persilangan antara ayam Dominique jantan (ayam berbulu loreng) dengan ayam Black Java betina.

Warna bulu bervariasi. Versi awal dari ayam ini berwarna loreng abu-abu kehitaman berbaret putih. Belakangan, warna putih polos dan warna lainnya bermunculan. Ayam ini sangat jinak, memiliki daya adaptasi tinggi dan mudah dipelihara di pekarangan.

ayam, petelur, paling, produktif, di, dunia

Ayam Plymouth Rock.

Plymouth Rock memiliki beberapa sifat unggul seperti tumbuh cepat, memiliki pertulangan yang besar, bulu cepat tumbuh, rasa daging enak, produksi telur banyak,  tahan cuaca dingin dan memiliki perilaku mengerami telur yang baik. Telur berukuran sedang, berwarna coklat. Produksi telur tergolong tinggi, berkisar antara 200-280 butir per tahun.  Usia ayam dapat mencapai 10-12 tahun.

Dengan sifat unggul yang dimilikinya, ayam Plymouth Rock banyak dijadikan indukan untuk disilangkan dengan ayam lainnya. Beberapa galur ayam yang berasal dari Plymouth Rock adalah ayam Indio gigante (Brazil) dan ayam potong Broiler (Cornish Cross). Saat ini, galur murni ayam Plymouth Rock semakin langka.

  1. Leghorn

Leghorn termasuk salah satu galur ayam petelur tertua di Eropa. Berasal dari daerah Livorno, sebuah kota pelabuhan di Italia. Istilah “Leghorn” sendiri berasal dari Anglifikasi dari nama kota “Livorno”.  Ayam ini diekspor pertama kali dari Italia ke Amerika pada tahun 1828.

ayam, petelur, paling, produktif, di, dunia

Ayam Leghron.

Ayam Leghorn bertubuh ramping dan kecil. Karakternya sedikit liar. Memiliki kemampuan terbang seperti ayam kampung. Senang menjelajahi pekarangan dan mencari makanan alami  di sekitar rumah. Ayam ini tahan terhadap musim dingin. Jengger umumnya berbentuk bilah tunggal berukuran besar atau rose. Jengger bilah umumnya rentan membeku (frostbite) saat musim salju.

Leghorn memiliki 12 varian warna. Ayam berbulu putih polos menghasilkan telur paling banyak. Berat telur berkisar antara 55-67 gram. Cangkang berwarna putih. Produksi telur 200-288 butir per tahun. Leghorn termasuk ayam legendaris yang menjadi cikal bakal ayam petelur modern (hibrida) seperti White Star, Hy-line dan lain-lain.

  1. Rhode Island Red

Rhode Island Red dikenal sebagai ayam pedaging dan petelur (dwiguna) asal pulau Rhode dan New England, Massachusetts, Amerika Serikat. Ayam ini dikenal memiliki daya adaptasi yang tinggi dan tahan terhadap berbagai jenis penyakit. Karakternya cenderung temperamental dan agresif.  Tidak disarankan untuk mememelihara ayam ini satu kandang dengan varian ayam lainnya.

ayam, petelur, paling, produktif, di, dunia

Ayam Rhode Island Red.

Meskipun termasuk jenis dwiguna, Rhode Island Red terutama dipelihara sebagai ayam petelur. Produksi telur per ekor mencapai 260-300 butir per tahun. Cangkang telur (kerabang) berwarna coklat.

Rhode Island Red termasuk ayam legendaris yang menjadi tetua dari banyak galur (varian) ayam lainnya. Ayam hibrida yang dikenal sebagai “mesin penghasil telur” seperti: Golden Comet, ISA Brown dan Lohmann Brown berasal dari turunan ayam Rhode Island Red.

  1. Golden Comet

Golden Comet termasuk jenis ayam hibrida yang berasal dari persilangan antara ayam New Hampshire jantan dengan varian ayam Plymouth Rock betina berwarna putih. Ayam New Hampshire sendiri sejatinya merupakan ayam Rhode Island Red yang diseleksi secara khusus di Amerika Serikat untuk dijadikan sebagai ayam pedaging.

ayam, petelur, paling, produktif, di, dunia

Ayam Golden Comet.

Ayam Golden Comet jantan berwarna putih polos dengan sedikit warna merah kecoklatan di bagian sayap. Sedangkan ayam betina berwarna merah bata dengan ekor bagian belakang berwarna putih.

Perbedaan warna jantan dan betina yang kontras ini sangat memudahkan peternak dalam penentuan jenis kelamin anakan. Golden Comet sangat jinak dan dapat dicampur dengan hewan lain di pekarangan. Telur berwarna coklat. Produksi telur berkisar antara 250-300 butir per tahun.

  1. ISA Brown

ISA Brown merupakan ayam petelur hibrida yang dikembangkan oleh Institute de Selection Animale (ISA) di Perancis. Ayam ini mulai dikembangkan sejak tahun 1978 untuk mendapat satu varietas ayam petelur yang memiliki produktifitas tinggi dengan konsumsi pakan rendah.

ayam, petelur, paling, produktif, di, dunia

Ayam ISA Brown.

ISA Brown dikembangkan melalui persilangan banyak varian ayam, diantaranya termasuk Rhode Island Red Merah dan Putih. Varian lainnya sangat dirahasiakan oleh perusahaan sehingga tidak pernah diketahui oleh publik. Rata-rata berat ayam petelur betina jarang melebihi 2 kg dengan produksi telur sekitar 300 butir per tahun.

  1. Lohmann Brown Classic

Lohmann Brown Classic adalah varian ayam petelur yang paling banyak dipelihara di dunia termasuk di Indonesia. Ayam ini berukuran kecil dengan berat tidak lebih dari 2 kg. Produksi telur sangat tinggi pada usia dua tahun pertama, yaitu mencapai 313 butir per tahun.

Ayam ini termasuk ayam hibrida yang berasal dari persilangan beberapa jenis tetua dari galur berbeda. Informasi tentang jenis tetua yang menjadi induk awal dari ayam ini sangat dijaga dan menjadi rahasia perusahaan. Namun, berdasarkan ciri fisiknya, salah satu indukan yang diduga menjadi tetua ayam Lohmann adalah ayam Rhode Island Red (RIR).

Lohmann adalah sebuah perusahaan pembibitan berbasis di kota Cuxhaven, Jerman Utara yang mengembangkan ayam petelur ini melalui proses seleksi, kawin silang dan rekayasa genetik. Ayam Lohmann mulai dikembangkan sejak tahun 1959 dan kini memiliki sepuluh varian yang dapat dipilih oleh peternak.

ayam, petelur, paling, produktif, di, dunia

Ayam Lohmann Brown.

Varian ayam petelur ini memiliki perbedaan dalam bentuk warna telur, ukuran telur, berat telur dan konversi pakan. Untuk telur bercangkang putih, ayam Lohmann memiliki varian LSL, LB, Silver, Tradition dan Sandy. Sedangkan untuk telur bewarna coklat, tersedia varian Brown, Tinted, Lite, Classic dan Extra. Varian terakhir memiliki ukuran telur paling besar.

Salah satu kelebihan ayam ini adalah kebutuhan konsumsi pakannya yang rendah, yaitu hanya sekitar 110 gram per ekor per hari. Produksi telur yang tinggi dan kebutuhan pakan yang rendah menjadikan ayam ini banyak dipilih oleh peternak karena lebih menguntungkan.

  1. White Star

Galur ayam ini berasal dari ayam Leghorn yang diseleksi secara khusus. Untuk meningkatkan produktifitas, indukan juga disilangkan dengan galur ayam lainnya. White Star termasuk ayam hibrida petelur yang sangat produktif.

Pada usia dua tahun pertama, betina mampu bertelur antara 300-320 butir per tahun. Telur yang dihasilkan berukuran medium, berwarna putih bersih sehingga sangat disukai konsumen di Amerika.

ayam, petelur, paling, produktif, di, dunia

Ayam White Star.

White Star berwarna putih polos seperti induknya. Bulu ekor ayam betina cukup panjang sehingga ayam ini mendapat julukan “little ballerina”. Jengger berbentuk bilah tunggal (bergerigi).

Dimensi tubuh sebesar ayam petelur tradisional sehingga konsumsi pakan lebih sedikit. Sifat mengeram umumnya telah hilang. Karakternya tergolong jinak. Namun, sifat terbangnya masih muncul saat terganggu. Sebagaimana ayam hibrida lainnya, setelah dua tahun, produktifitas berangsur-angsur akan menurun.

  1. Sussex

Ayam ini berasal dari daerah Sussex di Inggris. Dikenal sebagai salah satu galur ayam tertua di Eropa. Sussex termasuk ayam dwiguna penghasil daging dan telur. Galur ini memiliki delapan varian warna. Namun yang paling umum adalah wara putih abu-abu dengan leher dan ekor berwarna hitam.

ayam, petelur, paling, produktif, di, dunia

Ayam Light Sussex.

Ayam Sussex berukuran besar. Memiliki karakter yang tenang dan jinak. Bersifat waspada dan senang menjelajahi pekarangan sekitar rumah. Produksi telur hingga 250-350 butir per tahun. Meskipun sangat produktif bertelur, ayam ini tidak kehilangan kemampuannya sebagai pengeram dan induk yang baik.

  1. Australorp

Ayam ini berasal dari galur Black Orpington asal Inggris yang disilangkan dengan beberapa varietas ayam lainnya. Pertama kali dikembangkan di Australia sekitar tahun 1920-an.

Australorp memegang rekor sebagai ayam petelur paling produktif di dunia dengan jumlah telur tercatat dapat mencapai 364 butir per tahun.  Boleh dikata, ayam ini bertelur nyaris setiap hari.

ayam, petelur, paling, produktif, di, dunia

Ayam Australorp.

Australop tumbuh dengan cepat dan mulai bertelur saat berusia 5 bulan. Produksi telur tertinggi dicapai pada umur 1 hingga 2 tahun. Saat ini, produksi rata-rata telur ayam Australorp lebih sedikit dibanding ayam hibrida. Meski demikian, ayam Australorp memiliki umur lebih panjang dengan produksi telur lebih stabil.

Demikian postingan Cakrawala tentang sepuluh galur ayam paling produktif di dunia. Semoga bermanfaat.


RECENT POSTS